Mikrofon
adalah alat yang biasa digunakan untuk berpidato atau menyanyi, karena
mikrofon berfungsi sebagai transducer yaitu dapat mengubah gelombang
suara manusia menjadi sinyal listrik agar dengan mudah untuk diperkuat.
Mikrofon
selalu dihubungkan dengan alat pengeras suara (amplifier), agar
keluaran mikrofon dalam bentuk sinyal listrik yang masih lemah tersebut
dapat diperkuat semaksimal mungkin sesuai kebutuhan dan hasilnya dapat
didengar melalui loud speaker.
Gambar. Penguat suara sederhana
Ada bermacam-macam jenis mikrofon berdasarkan cara kerjanya, antara lain sebagai berikut:1. Mikrofon Karbon
2. Mikrofon Reluktansi Variabel
3. Mikrofon dengan Kumparan Bergerak
4. Mikrofon Kapasitor
5. Mikrofon Elektret
6. Mikrofon Piezoelektris
A. Mikrofon Karbon
Mikrofon
ini bekerja berdasarkan pada resistansi variabel dimana konstruksinya
dibuat dengan sebuah diafragma logam yang pada salah satu ujung dari
sebuah kotak logam yang berbentuk silinder. Sebuah penghubung (contact)
logam berbentuk plunyer dilekatkan pada diafragma itu sehingga gerakan
diafragma dapat diteruskan melalui plunyer kepada butir-butir karbon
didalam mikrofon tersebut. Sebuah kontak tetap lainnya yang terisolasi
juga dibenamkan ke dalam butir-butir karbon untuk membentuk elektroda
yang kedua. Bila gelombang suara yang menekan mengenai diafragma itu,
plunyer akan terdorong dan memampatkan butir-butir karbon, sehingga
menurunkan resistensi kontak diantaranya. Bila tidak ada tekanan
resistansi akan naik kembali, sehingga dengan adanya getaran suara yang
berubah-ubah akan menimbulkan perubahan nilai resistansi dan juga akan
mengakibatkan perubahan sinyal output mikrofon.
Gambar. Konstruksi dan diagram mikrofon karbon
B. Mikrofon Reluktansi Variabel
Merupakan
mikrofon jenis magnetic yang dibuat dengan sebuah diafragma bahan
magnetic yang bergerak, seperti baja silicon yang tergantung di atas
kepingan-kepingan kutub sebuah magnet permanen.
Kumparan-kumparan induksi digulung pada kepingan kutub itu dan
dihubungkan menurut hubungan seri yang saling memperkuat. Bila tekanan
udara pada diafragma meningkat akibat getaran suara, maka celah udara
dalam rangkaian magnetis tersebut akan berkurang, sehingga mengurangi
reluktansi dan mengakibatkan perubahan-perubahan magnetis yang terpusat
didalam struktur magnetis itu.
Gambar. Konstruksi dan diagram mikrofon reluktansi variabel
Ketika
garis-garis perubahan-perubahan (fluks) magnetis bergerak masuk, maka
garis-garis akan memotong lilitan kumparan dan menginduksi suatu medan
elektroinagnetik didalamnya. Bila diafragma bergerak menjauhi
kepingan-kepingan kutub, celah udara melebar, reluktansi meningkat dan
garis-garis fluks bergerak keluar dari kepingan-kepingan kutub sehingga
mengimbas suatu medan elektromagnetis dengan polaritas yang berlawanan
didalam kumparan, maka perubahan-perubahan itu menyebabkan sinyal yang
keluar dari mikrofon berubah-ubah pula.
C. Mikrofon Kumparan Bergerak
Mikrofon
dengan kumparan yang bergerak (Moving coil microphone), merupakan
sebuah mikrofon dengan kumparan induksi yang digulungkan pada suatu
silinder bukan magnetis yang dilekatkan pada diafragma dan dipasang di
dalam celah udara berbentuk silinder dari suatu magnet permanen.
Diafragma
dibuat dari bahan bukan logam, sedangkan kawat-kawat penghubung listrik
ke kumparan direkatkan ke permukaan diafragma. Bila gelombang suara
menggerakkan diafragma, maka kumparan akan bergerak maju mundur di dalam
medan magnet, sehingga terjadi perubahan-perubahan magnetik yang
melewati kumparan dan menghasilkan sinyal listrik.
Gambar. Konstruksi Mikrofon kumparan bergerak
D. Mikropon Kapasitor
Terdiri
dari sebuah diafragma logam yang digantung dengan jarak yang sangat
dekat terhadap sebuah pelat logam statis, dimana keduanya terisolasi
sehingga menyerupai bentuk sebuah kapasitor.
Diafragma
akan bergerak-gerak bila terkena getaran suara, hal itu akan
mengakibatkan berubah-ubahnya jarak pemisah antara diafragma dan pelat
statis yang mengakibatkan berubah-ubahnya nilai kapasitansi.
Diperlukan
suatu tegangan DC konstan dari luar yang dihubungkan pada diafragma dan
pelat logam statis lewat sebuah resistor beban, sehingga tegangan
terminal mikrofon dapat berubah-ubah seiring dengan terjadinya perubahan
tekanan udara akibat getaran suara.
Gambar. Konstruksi dan diagram mikrofon kapasitor
E. Mikrofon Elektret
Mikrofon
ini merupakan jenis khusus dari mikrofon kapasitor yang sudah mempunyai
sumber muatan sendiri yang terpasang didalamnya sehingga tidak perlu
pencatu daya dari luar. Sumber muatan itu sebenarnya didapat dari suatu
alat penyimpan muatan berupa bahan Teflon yang diproses dengan
semestinya sehingga dapat menangkap muatan-muatan tetap dalam jumlah
besar dan mempertahankannya untuk waktu tak terbatas. Lapisan tipis
Teflon yang dilekatkan pada pelat logam statis, mengandung sejumlah
besar muatan-muatan negative yang terperangkap yang kemudian
diinduksikan sebagai suatu muatan bayangan kepada pelat statis dan
diafragma logam yang dihubungkan padanya melalui sebuah resistor beban
luar.
Muatan-muatan
yang terperangkap pada satu sisi dan muatan bayangan pada sisi yang
lain menimbulkan medan listrik pada celah yang membentuk kapasitor.
Tekanan udara yang berubah-ubah akibat getaran suara akan membuat berubah-ubahnya jarak antara diafragma dan pelat logam statis, sehingga nilai kapasitansi berubah dan mengakibatkan tegangan terminal mikrofon juga turut berubah.
Tekanan udara yang berubah-ubah akibat getaran suara akan membuat berubah-ubahnya jarak antara diafragma dan pelat logam statis, sehingga nilai kapasitansi berubah dan mengakibatkan tegangan terminal mikrofon juga turut berubah.
Gambar. Konstruksi dan diagram mikrofon elektret
F. Mikrofon Piezoelektris
Adalah
mikrofon yang tidak memerlukan sebuah pencatu daya karena jenis
mikrofon ini terbuat dari bahan kristal aktif yang dapat menimbulkan
tegangan sendiri bila diberikan getaran dari luar, sehingga dapat
merupakan sebuah generator. Kristal dipotong menurut bidang-bidang
tertentu untuk membentuk suatu irisan dan dengan elektroda-elektroda /
pelat lempengan dilekatkan pada kedua permukaannya sehingga akan
menunjukkan sifat-sifat piezoelektris.
Bila
mendapat tekanan, kristal akan berubah bentuk {deform), akan terjadi
perpindahan suatu muatan sesaat didalam susunan kristal tersebut
sehingga dapat menimbulkan suatu beda potensial diantara kedua
pelat-pelat lempengan. Sebaliknya bila suatu potensial listrik dikenakan
antara kedua permukaan kristal itu, secara fisik kristal akan
melengkung atau berubah bentuk.
Kristal
langsung dapat menerima getaran suara tanpa harus dibentuk menjadi
sebuah diafragma, sehingga dapat diperoleh respon frekuensi yang lebih
baik dari pada mikrofon lainnya meskipun dengan suatu tingkat keluaran
yang jauh lebih rendah, yaitu kurang dari 1 mV.
Gambar. Konstruksi dan diagram mikrofon piezoelectric






0 komentar:
Posting Komentar